Rabu, 01 Februari 2012

bulan separuh...

Dikala mentari terbenam diufuk barat,aku mencoba duduk ditepi peraduan.Diam seorang diri mengenang kisah lalu yang terluka.Rembulan separuh muka mulai menampakkan dirinya,menatap diriku penuh tanya.Rembulan tersenyum kala tahu jawabanya, dan tinggal kan pesona dihatiku.Walau separuh cahayanya masih tertinggal namun masih dapat memberi ketenangan.Semoga awan hitam tak muncul beriring merayapi sang bulan yang membuat cahayanya mulai memudar samar dan menjadikan gelap yang kudapat.Bulan yang kian redup semoga mulai terang kembali.Cahayanya membias menembus kegelapan malam.Sinar indahnya membelai lembut wajah sang bulan.Menambah keayuan yang telah lama menyelubungi.Kau hadir dengan sejuta pesona.Berikan mawar kedamaian,membuat aku terdampar di tepian keteduhan hati dengan satu asa dan harapan.

"berjalan hanya dengan mata hati, bernafas hanya dengan tekad."


Indahnya langit malam ini mengajariku akan suatu hal, segalanya akan selalu berganti seperti malam ini, sebelumnya aku melihat mendung menutupi hamparan langit malam,namun angin mematuhi melukis takdirMu mengganti gelapnya langit mejadi terang nan elok, langit malam cerah seolah menitipkan senyuman bulan, mereka ingin kita selalu tersenyum, tersenyumlah untuk sekarang dan nanti sampai waktu cukup untuk melepas kita pergi, karena dengan senyuman segala hal yang menyiratkan kesedihan akan berangsur menghilang dan membuat segalanya terasa lebih mudah, kala kesedihan itu menghampiri ingatlah setiap kebahagiaan yang kita terima selama ini, bukankah porsi kebahagiaan lebih banyak dibandingkan kesedihan, lalu apa lagi yang kita risaukan? Karena setiap kesedihan atau kebahagiaan akan segera berakhir dan berganti dengan peristiwa lagi, sebuah proses pembelajaran untuk memahami mengapa kita hidup saat ini.

Aku berjalan hanya dengan mata hati, bernafas hanya dengan tekad, aku mendaki penuh dengan teka teki, dimanakah bulanku?

Bulanku selalu bersinar, namun makna sinarnya hanya mengenai mereka yang mau membuka diri, meskipun cahayanya seolah menerpa setiap insan di bumi ini, tapi tiap tiap yang menerima berbeda mengartikannya, ada yang bingung mengapa bulan ini kadang bersinar kadang redup, ada yang sedih kenapa bulan redup malam ini, ada yang risau akankah dapat melihat lagi indahnya bulan malam ini, dan ada pula yang berfikir mengapa bulan tidak pernah lelah bersinar? Kita berada dimana, kita berhak memilih.

Bulanku selalu bersinar, takdirnya memberi arti kehidupan ini, aku pun ingin seperti dia dengan segala kemampuan yang aku miliki saat ini, berusaha memberi arti, bukankah kita terlahir di dunia ini adalah dengan takdirNya, dan kita terlahir di dunia ini bukan tanpa tujuan melainkan membawa pesan- pesan Tuhan, hidup ini pilihan, dan aku telah putuskan, pilihan yang wajib aku perjuangkan. Aku dalam masa proses, tapi keyakinanku sangat kuat, aku harus berjuang.SEMANGAT!!!

"Lilin dan Bintang"

Suatu hari terjadi percakapan antara sebuah bintang dan sebatang lilin. Lilin itu berkata, " Bintang, mengapa aku hanya ada untuk diletakkan di suatu ruangan sempit sampai batangku habis terbakar dan mati? Jika beruntung saya akan berada di ruangan pesta atau restoran mewah, tapi jika tidak beruntung aku hanya diletakkan di kamar kecil. Sedangkan engkau, cahayamu bisa menyinari langit malam yang luas." Sambil tersenyum sang bintang pun menjawab, "Aku memang bersinar di langit yang luas, namun sinarku hanya akan tampak di malam hari, sedangkan engkau dapat bersinar kapan pun diperlukan,"Seperti lilin, Kita seringkali mengeluhkan kondisi yang kita alami. Sebagai karyawan, kadang kita merasa tidak seberuntung rekan kerja yang lain. Kita merasa bahwa beban perkejaan lebih menumpuk, atau mendapat ruangan yang tidak senyaman mereka, kemudian kita membandingkan diri dan berkata, " Andai saja aku bisa memilih... "Jangan pernah mengeluh, Tuhan mau kita saling memperlengkapi satu dengan yang lain. Dan semua yang kita terima saat ini, walaupun tidak sesuai dengan harapan kita, itu semua ada dalam Rencana-Nya. Dia tahu apa yang terbaik buat kita, dan Tuhan pasti mengingat apa yang sudah kita perbuat." Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya." Semangat dan pastikan semuanya ALL IS WELL.

Tuk Bulan, semoga takkan pernah redup"

Suatu ketika ku tersesat dalam pekatnya gelap, dalam heningnya sepi, dalam dinginnya malam.Sekelebat, setitik cahaya bulan menghampiriku walaupun ia jauh di sana.Bulan itu menerangiku,menghangatkanku,menuntun jalanku. Namun benakku bertanya apakah dialah pencarianku selama ini? Apakah ada yang memilikinya? Mungkinkah dia bulan kepunyaanku? Tanpa ada yang akan merebutnya dari tanganku? Atau dia hanya maya semu atau buah imajiku yang terlalu banyak berkhayal? Apapun itu setidaknya ku bisa menikmatinya saat ini walau hanya cahayanya entah sampai kapan?

bULAN Yang PlinPlan

Yang satu matahari…Yang satu bintang…Sama berpijar… mempesona…Matahari menawarkan kehangatan…Bintang memberikan keteduhan…Tanpa banyak kata bintang mencuri, hatiku. Lalu apa yang harus kukata? Jika matahari meminta asa yang pernah dititipkannya, Cintaku. Akulah bulan yang malang, terjebak dalam rasa yang rumit…Saat rindu membuncah, saat tangisku pecah. Hatiku menjadi gelisah. Pikiranku pun gundah. Saat kumerasa kalah. Kalah terhadap janjiku sendiri. Kalah terhadap cita-cita yang terpatri. Namun akal sehatku menggeliat menolak. Aku harus tetap berdiri tegak.Teguhkan hati untuk beranjak. Selesaikan tugas sampai tiba finish kontrak.Enyahkan segala rasa. Himpun kasih atasnya.Karena bintang selalu berkata: ”My life is perfect because i have you"...haruskah kuabai rayu itu?Susahnya jadi bulan yang plin plan.Bulan tak akan plin plan hanya karena mentari menyekat di sela kolong langit kehampaan.Atau mungkin kelak bulan memilih menjadi sabit yang tergulung malam…Tanpa bintang, tanpa matahari… Yang pasti malam akan mengikis sebuah kata…Bintang akan terbenam dalam bara mentari…Bulan, Bintang, dan Matahari jadi abu tanpa bara…Matahari…Bintang…Matahati…Bintanghati…Terimakasih atas cahaya cinta yang menyilaukan…Bulan mencari jawab di bilik rongga setiap titik gelora..Dalam semesta langit hati yang berpendar…

menjadi bintang


"Antara bulan dan matahari kau mau aku jadi apa?"

"aku mau kau jadi bintang"

"aku hanya beri pilihan matahari dan bulan bukan bintang"

"tapi aku tetap mau kau jadi bintang."

"kenapa?"

"karena bagiku kau adalah satu satunya yang paling bercahaya dalam berjuta"

"jika aku jadi bintang,kau mau jadi apa?"

"aku mau jadi bulan."

"kenapa bulan? mataharikan lebih ceria warnanya."

"karena aku mau selalu ada untuk mu"

"maksud mu?"

"bintang hanya hadir di kala malam,bersama itu bulan tetap akan menantinya.Sedangkan di kala siang terbit mentari, bintang itu tiada"

Bintang itupun tahu bahwasannya,Bulan itu akan lebih indah di tempat yang lebih dekat dengan matahari...

Tahun berganti tahun...Bintang itupun pergi meninggalkan dimensinya..Mencari dimensi lain yang bisa menerimanya...Dan hingga suatu saat dia menemukannya..Sebuah dimensi yang hanya ada keegoisan..Tak ada lagi kehangatan seperti tempat dia tinggal dulu..Tahun pun tlah banyak berganti..Dan bintang itu masih sendiri...Hingga di suatu malam yang tak terduga...Sebuah cahaya indah datang menghampirinya..Cahaya yang membuat bintang itu terpaku..Dan itu sebuah bulan..Keindahannya sejukan hati sang bintang yang di rundung penyesalan..Bulanpun memperkenalkan dirinya,Bercerita banyak tentang yang ada..Demikian juga dengan bintang..Ceritakan semua kisah yang pernah terjadi pada hidupnya..Dan kini..Saling percaya adalah mereka..Ketulusan adalah mereka..Hari hari yang indah adalah hari mereka..Bagai bunga yang bermekaran..Dalam setiap kalut bulan ada..Dalam setiap tawa,bulan juga menemani..Bulan itupun mengajarkan bagaimana harus melihat kedepan..Ajarkan semua yang belum pernah bintang itu lihat...Hidup bintang itu kini jauh lebih baik..Hingga suatu saat bulan itu mengabarkan sesuatu yang mengiris hati bintang..Sesuatu yang tak terduga...Bulan harus pergi...Tinggalkan semua yang ada...Tinggalkan kisah yang telah menjadi benih cinta..Dan tinggalkan bintang sendiri lagi dalam gelap malam..Bintang itu terdiam saat bulan berhenti berbicara..Rasa kehilangan muncul dalam benaknya...Dalam hati dia berteriak,'Bulan,kamu jangan pergi!..'Tapi mulutnya membisu seribu bahasa...Air mata membasahi wajah..Yang di bayangkan hanya kehilangan yang besar..Bulan itu pun membacanya..Setiap bahasa raut wajahnya...Bulan berkata,'Aku masih di sini'Tapi itu hanya sekejap saja bagi bintang..Dan hari itu tiba...Bulan pergi..Bintang berbisik pada bulan..Dengan halus dia berkata,'Tetaplah denganku'Bulan hanya tersenyum...Senyum perpisahan...Lalu tak lama setelah itu dia pun menenangkan hati bintang..'Itu akan menjadi sebuah kenangan buat aku''Tetap ingatlah aku'Dan itu adalah kata terakhir yang bulan ucapkan..Mengiris hati..Remukan jiwa..Kini bunga tak lagi bermekaran..Burung-burung berhenti berkicau..Seorang sahabat tlah pergi...Seorang sahabat tlah tinggalkan sejarah indah di hidupnya...Bintang itupun tahu bahwasannya,Bulan itu akan lebih indah di tempat yang lebih dekat dengan matahariDan perpisahan itu adalah kunci dari semuanya..Bintang itu kembali pergi menembus ruang dan Waktu...Menuju apa yang selama ini dia tak bisa tuju...Masih terbayang dalam benak bintang.dalam hati dia bertanya, 'Apakah disana kau masih mengingatnya,Semua kenangan yang tlah tercipta....?Apakah disana kau masih menyimpannya,rasa cinta yang dulu ku berikan....?