Rabu, 01 Februari 2012
ANTARES
Kumemandangmu dalam keagungan di semesta malam. Engkaulah, satu dari taburan yang teruntai di kejauhan galaksi. Kusapa engkau dalam kekaguman tak terhenti.Engkaupun tersenyum sembari mengedipkan matamu nan lentik. Binar sinarmu memancar pesona tiada tara.Kaupun mengajakku dengan seribu warna yang belum pernah engkau lihat sebelumnya.Sungguh, andai kumampu.Aku tak mempunyai energi tuk meloncat dari dimensi Bumi.Wajahmu mendadak suram. Senyummu perlahan pudar.“Jangan bersedih. Aku sudah bahagia bisa melihatmu dari sini!”hiburku.Tak berapa lama, wajahmu perlahan menghilang. Bersama pagi yang datang menyapa mata ini. Kucari-cari engkau. Di antara sapa embun nan lembut yang menyambutku. Kusibak berlembar-lembar awan sepanjang siang. Namun tak jua kudapati hadirmu di sana.Barulah ketika petang mengumandangkan malam, wajahmu terlihat lagi. Engkau tersenyum menyapa diri ini.Sungguh, senang bisa menjumpaimu lagi.Pertemuan ini telah memuaskan dahaga kerinduanku.Sepanjang hari ku mencari arah pergimu.Kaupun berkata"Aku tak kemana-mana,Aku selalu di sini. Melihatmu dari persemayamanku namun Cahaya surya menyilaukan pandangmu di hadapannya aku hanyalah lentera mungil yang tiada berarti . Hingga hadirku serasa tak bermakna dan begitulah kebanyakan manusia. Ketika datang pesona baru yang lebih cemerlang, pesona lama akan terasa pudar. Dan kebanyakan mereka cenderung melupakan yang lama.Adalah hal yang wajar karena sapa sang Surya bisa engkau rasakan kehangatan dekapannya. Sedangkan aku...?”Engkau tak meneruskan ucapanmu. Wajahmu kini murung. Namun hanya sebentar. Sesaat kemudian engkau berkata dengan tersenyum.“Ketahuilah, aku juga bisa melakukan hal yang sama. Sebagaimana sang Surya.Engkau mulai bersenandung. Menggerakkan wajahmu, masih dengan seuntai senyum.Sungguh gemulai.Kurasakan hadirmu yang kian dekat padaku. Sekelilingku terasa benderang. Kehangatan kini membalut seluruh tubuh. Terlihat sepintas rona-rona warna cemerlang yang belum pernah kulihat sebelumnya. Hanya sepintas, lalu gelap menghinggapiku.Dalam kekalutan, kuteriakkan namamu. Dalam desah, kuberharap hadirmu kembali. Namun hanya kesunyian, yang kurasakan.Bintang-bintang baru telah bermunculan. Menari-nari di angkasa. Kerlip-kerlipnya bertaburan di kejauhan. Menebarkan pesona baru.Kuacuhkan tarian mereka. Kupandang lagi kejauhan semesta. Berharap kujumpa engkau di sana. Dan bila malam telah digantikan pagi, kala mata ini tak mampu lagi menatap wajah langit, kubiarkan mimpi bertamu. Berharap engkau akan menyapaku di situ…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar